Sabtu, 06 September 2008

Sugeng tindak Mas Joko

Sugeng tindak Bapak Paulus Tri Joko, itulah kalimat yang disampaikan oleh Romo Bambang Triantoro Pr dalam Misa Pemberkatan jenasah bapak PaulusTri Joko. Bapak Paulus Tri Joko dipanggil Tuhan dengan tenang pada tanggal 3 September 2008. Memang dengan sangat tenang karena sebelumnya tidak sakit. Beliau dipanggil Tuhan sewaktu masih bekerja di daerah Salaman Kabupaten Magelang. Bapak Paulus Tri Joko biasa dipanggil Mas Joko adalah karyawan di Susteran OSF komplek Muntilan. Tugas beliau memang tidak banyak dilihat orang tetapi sangat-sangat berarti dalam menjaga keamanan bagi komplek susteran OSF Muntilan, tugas pokoknya adalah jaga malam bersama Pak No yang tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri, yang wilayah kerjanya meliputi TK Santa Theresia, SD Marsudirini Materdai-Santo Yosef, SMP Marganingsih, Asrama Marganingsih, Rumah Retret Santo Fransiskus dan Susteran OSF Muntilan. Mas Joko dipanggil dalam usia yang sangat muda yaitu 36 tahun, tepatnya dilahirkan pada tanggal 22 Agustus 1972. Dalam pemikiran manusia memang ini tidak adil, Mas Joko masih terlalu muda, masih produktif, orangnya kreatif, pekerja keras dan masih punya tanggungan keluarga, karena anaknya baru kelas 1 SD. Mengapa yang dipanggil Tuhan bukan orang-orang yang sudah tua-tua, sudah jompo dan menjadi beban orang lain atau yang dipanggil bukan orang-orang jahat atau koruptor mengapa harus Mas Joko yang orangnya baik mau bekerja apa saja. Tetapi menurut pemikiran roh memang tidak demikian "itu semua adalah rencana Tuhan" dan rencana Tuhan pasti baik adanya, karena Tuhan adalah Maha Baik.
Mas Joko adalah pekerja keras tidak mengenal lelah dan tidak putus asa. Mas Joko kalau malam bekerja sebagai penjaga malam di komplek Susteran OSF sedang kalau siang bekerja serabutan apa saja dan dimana saja. Mas Joko sering sekali dimintai bantuannya membantu di SMP Marganingsih.
Selamat Jalan Mas Joko, semoga mas Joko diterima disisi Tuhan yang Maha Kuasa bersama para Suci, dan semoga keluarga yang tinggalkan tabah untuk menghadapinya. Untuk Istrinya mbak Tutik dan Anaknya Mas Dwi yang tabah ya. Kita semua berdoa untuk arwah mas Joko. Amin

Tidak ada komentar: