Kamis, 11 September 2008

N. Tri Djoko Nugroho (guru SMP Marsudirini Marganingsih) Juara III

APLIKASI AVERVISION ; Bantu Guru dalam Proses KBM


03/05/2008 05:42:57 MUNTILAN (KR) - Alat penunjang pendidikan, terbukti dapat membantu para guru dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Bahkan, para siswa lebih termotivasi dan lebih cepat memahami serta menangkap materi yang diberikan para guru. Hal itu diakui oleh N Tri Djoko Nugroho, salah seorang guru SMP Marsudirini Muntilan yang menjadi juara III dalam kontes aplikasi inovatif yang diselenggarakan PT IndoVisual Presentatama dan didukung oleh Avermedia yang dilangsungkan mulai November 2007 hingga Januari 2008 lalu.
Dikatakan Tri Djoko usai menerima hadiah lomba kepada KR Rabu (30/4), bahwa penggunaan alat penunjang salah satunya aplikasi avervision, ternyata dapat untuk mengamati organisasi kehidupan dengan menggunakan sel bawah merah dan sel epitel mukosa mulut. “Hasilnya, terlihat jika sel-sel mikroskopis dapat diamati oleh seluruh siswa tanpa harus berganti-ganti melihat di bawah mikroskop. Selain itu, kesalahan melihat objek juga dapat diatasi,” ujar Djoko salah satu guru Biologi di SMP Marsudirini Muntilan itu.
Sebelumnya, General Manager PT IndoVisual Ari Yunisaf mengatakan, untuk meningkatkan jalinan interaksi antara guru dan siswa, mulai tahun 2008 ini pihaknya mengadakan program pinjam demo untuk sekolah selama 1 minggu. Dengan program ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada guru maupun pihak sekolah mengenai pentingnya menggunakan peralatan penunjang yang bersifat interaktif. “Sudah cukup bukti, penggunaan alat penunjang dapat membantu guru memperkaya materi ajar. Selain itu, dapat untuk menghimpun siswa, menyimpan langkah kerja, memvisualisasikan konsep, menghemat waktu dan perhatian siswa tetap terfokus,” ujarnya.
Sementara Branch Manager Masterdiatek Yogyakarta Aris Susatyo menambahkan, avervision tidak hanya digunakan untuk mata pelajaran Biologi, namun juga yang lain. “Matematika, Bahasa Indonesia maupun pelajaran yang lain, dapat juga menggunakan alat ini. Yang jelas, jika sebelumnya siswa mendengar guru mengajar, dengan alat ini siswa dapat melihat, menyaksikan apa yang guru ajarkan dengan lebih jelas,” tegasnya.
(R-8) -c
Disalin dari Kedaulatan Rakyat

Minggu, 07 September 2008

SEMINAR DI USD YOGYAKARTA

Pada hari Sabtu, 6 September 2008 SMP Marganingsih mengirimkan 5 orang guru untuk mengikuti seminar penggunaan multimedia dalam pembelajaran Matematika dan IPA. Seminar diakan oleh Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Semarang yang diikuti oleh Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, guru matematika dan fisika SMP, SMA dan SMK se-Keuskupan Agung Semarang. Guru yang dikirim dari SMP Marganingsih adalah B. Budi Windarto, S.Pd (wakil Kepala Sekolah), Ig. Agung Budi Wibowo, S.Pd.(Wakil Kepala sekolah urusan Kurikulum sekaligus Guru IPA), Bonifasius Sri Subekti, S.Pd. (guru Matematika), N. Tri Joko Nugroho, S.Si.(guru IPA), dan Kristiana Setyarini, S.Pd. (guru matematika)

Materi dalam seminar adalah :
  1. Menuju Sekolah Unggul oleh Drs. Ratno Harsanto, M.Si. (Ketua MPK KAS)
  2. Kontruktivisme dan Aplikasinya dalam Pembelajaran oleh Dr. Susento, M.S. (Dosen Matematika dan Kepala Pusat penelitian dan Pelayanan Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)
  3. Pengetahuan Teknologi, Konten, Pedagogi oleh Irlan Rahardja (Pesona Edukasi)
  4. Gagasan tentang Konektivisme dan Penerapannya di Sekolah oleh Ir. Arif Abadi Surya (Program Development Executive pada ASM Inpiration Managemant Reseach and Development, Unit Pelaksana Teknis Riset dan Pendidikan Akademi Sekretari Marsudirini ASM Santa Maria Semarang)

Sabtu, 06 September 2008

Sugeng tindak Mas Joko

Sugeng tindak Bapak Paulus Tri Joko, itulah kalimat yang disampaikan oleh Romo Bambang Triantoro Pr dalam Misa Pemberkatan jenasah bapak PaulusTri Joko. Bapak Paulus Tri Joko dipanggil Tuhan dengan tenang pada tanggal 3 September 2008. Memang dengan sangat tenang karena sebelumnya tidak sakit. Beliau dipanggil Tuhan sewaktu masih bekerja di daerah Salaman Kabupaten Magelang. Bapak Paulus Tri Joko biasa dipanggil Mas Joko adalah karyawan di Susteran OSF komplek Muntilan. Tugas beliau memang tidak banyak dilihat orang tetapi sangat-sangat berarti dalam menjaga keamanan bagi komplek susteran OSF Muntilan, tugas pokoknya adalah jaga malam bersama Pak No yang tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri, yang wilayah kerjanya meliputi TK Santa Theresia, SD Marsudirini Materdai-Santo Yosef, SMP Marganingsih, Asrama Marganingsih, Rumah Retret Santo Fransiskus dan Susteran OSF Muntilan. Mas Joko dipanggil dalam usia yang sangat muda yaitu 36 tahun, tepatnya dilahirkan pada tanggal 22 Agustus 1972. Dalam pemikiran manusia memang ini tidak adil, Mas Joko masih terlalu muda, masih produktif, orangnya kreatif, pekerja keras dan masih punya tanggungan keluarga, karena anaknya baru kelas 1 SD. Mengapa yang dipanggil Tuhan bukan orang-orang yang sudah tua-tua, sudah jompo dan menjadi beban orang lain atau yang dipanggil bukan orang-orang jahat atau koruptor mengapa harus Mas Joko yang orangnya baik mau bekerja apa saja. Tetapi menurut pemikiran roh memang tidak demikian "itu semua adalah rencana Tuhan" dan rencana Tuhan pasti baik adanya, karena Tuhan adalah Maha Baik.
Mas Joko adalah pekerja keras tidak mengenal lelah dan tidak putus asa. Mas Joko kalau malam bekerja sebagai penjaga malam di komplek Susteran OSF sedang kalau siang bekerja serabutan apa saja dan dimana saja. Mas Joko sering sekali dimintai bantuannya membantu di SMP Marganingsih.
Selamat Jalan Mas Joko, semoga mas Joko diterima disisi Tuhan yang Maha Kuasa bersama para Suci, dan semoga keluarga yang tinggalkan tabah untuk menghadapinya. Untuk Istrinya mbak Tutik dan Anaknya Mas Dwi yang tabah ya. Kita semua berdoa untuk arwah mas Joko. Amin